Turut berduka cita padamu yg mati tak terkafan.
Seberapa lamakah kau
teguhkan oleh tulangmu dan kau bungkus dengan dagingmu yg lunak.
Aku
berduka padamu yg mati bunuh diri.
Kau simpan mayat dalam kokoh tubuhmu.
Kau tutupi dengan beberapa keangkuhan bahwa tubuhmu bukanlah makam.
engkau tancapkan batu nisan di pikiranmu,
batu nisan yg keras tertulis
nama "AKU",
engkaulah aura mistik yg mampu mengubah persemayamanmu.
Mencabut batu di kepalamu dan bangkitkan jiwamu.
Seberapa lamakah engkau
merelakan kematianmu?
Engkau yg masih layak hidup wahai jiwa.
Dan
sesungguhnya engka tak harus mati.
Tetapi engkau yg membunuhmu.
Jika
memang harus kau biarkan mati..
aku pun berduka cita untukmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar